Laba bersih UNVR tahun 2011 naik 23 persen dan mengerek harga saham naik ke 20000 per lembar

2013-01-09 10:31:22

Tanggal 30 Maret PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) me release Laporan Keuangan Konsolidasi 2011.
Laba bersih konsolidasi tahun 2011 PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Naik 23%, yaitu Rp. 4,164 triliun di bandingkan dengan tahun sebelumnya Rp 3,385 triliun. Earning per share (EPS) UNVR tahun 2010 adalah 444, tahun ini meningkat jadi Rp 546 per saham.
Harga saham UNVR pada hari itu juga naik hingga highest 650 rupiah, di tutup hari itu tgl 30 Maret di harga 20,000, naik 450 dari harga 1 hari sebelumnya, yaitu 19,550.

Laporan keuangan yang bagus dan menguntungkan membuat harga saham di kerek naik.
Dengan harga saham 20,000, PER UNVR ada di kisaran 37x, lumayan tinggi.
Kita lihat ajah nanti harga saham UNVR ini akan di kerek sampe ke harga berapa, biasanya emiten UNVR ini selalu di hargai dengan premium price, dimana PER nya selalu tinggi.

Update, Tgl 2 April 2012, Jam 09.30 AM,

Read More

Dividen Yield

2013-01-09 10:34:27

Dividen Yield merupakan rasio keuangan yang menggambarkan berapa nilai keuntungan atau tingkat pengembalian nilai investasi yang di bagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Dividen biasanya di bagikan per tahun dan angka Dividen Yield ini didapatkan dengan dengan cara nilai dividen yang akan di berikan bagi harga saham yang sedang beredar.

= Dividen per Saham / Harga Saham

Contoh;

Emiten ABCD akan memberikan dividen sebesar 2,000, harga saham pada saat itu adalah di kisaran 70,000, dari kedua angka tersebut, maka akan di dapatkan Dividen Yield sebesar 2.85%.
Di pikir-pikir sih, lumayan juga dapat gain 2.85%, asumsikan punya 5,000 lembar saham ABCD akan mendapatkan dividen dengan total 10,000,000 (belum di potong ppn).
Gain yang di dapat bisa bertambah jika harga saham kemudian naik setelah pembagian di

Read More

Indeks Sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI)

2013-01-09 10:35:10

Indeks sektoral Sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah sub indeks dari IHSG. Semua emiten yang tercatat di BEI diklasifi kasikan ke dalam sembilan sektor menurut klasifi kasi industri yang telah ditetapkan BEI, yang diberi nama JASICA (Jakarta Industrial Classifi cation).

Kesembilan sektor tersebut adalah:

A. Sektor-sektor Primer (Ekstraktif)

  • Sektor 1 : Pertanian
  • Sektor 2 : Pertambangan

B. Sektor-sektor Sekunder (Industri Pengolahan / Manufaktur)

  • Sektor 3 : Industri Dasar dan Kimia
  • Sektor 4 : Aneka Industri
  • Sektor 5 : Industri Barang Konsumsi


Read More

     Hal 1 2 3 4 5 6 Next